Lukaku, Titik Bangkitku

Oleh: As Suci

Mutiara mata deras menderai

Berbaur pekat malam yang bersimpuh damai

Menerus turun rintiki abu lembar harapan

Simbol runtuhnya bangunan keniscayaan

Denting waktu terus terjajaki

Tanpa rasa, tanpa amunisi

Kuberjalan menembus riuh kenangan

Tersesat dalam kelabu persimpangan 

Bukankah semua akan berubah?

Rasamu, angan semu, juga asaku

Maka detik itu terikrar sumpah

Lukaku, titik bangkitku

Terima kasihku padamu

Mantan lakon utama dalam skenario takdirku

Ukiran luka darimu yang setia menganga

Melecut jiwa ringkihku tuk mulai berkarya

Ah, saat membaca ulang puisiku di atas, puzzle memori tentang masa mengerikan setahun lalu mendadak berkelebat. Masa di mana kepingan hatiku tercecer di titik terendah. Masa di mana aku mencoba merangkak ke atas dengan menyangga luka tak berdarah.

Semua hal yang kau bangun sempurna, tiba-tiba kau injak sendiri sampai hancur tak menyisa. Tanpa rasa, tanpa amunisi. Aku mencoba baik-baik saja, dan memilih berjalan walau selalu dihempas kenangan dari berbagai sisi. Aku tahu, langkahku harus terus bergulir. Karena aku juga tahu, semua hal indah sudah disiapkan di depan sana oleh Sang Penguasa Hari Akhir.

Detik demi detik melaju sangat lambat. Dan aku seperti berada di persimpangan. Di mana arah kiri berarti jalan di tempat berteman kenangan, sedangkan arah kanan berarti jalan maju berteman harapan. Lama aku berhenti. Sampai akhirnya tapakku bergerak sedikit demi sedikit untuk berbelok ke kanan.

Ah, apa kau tersinggung saat membaca tulisan ini? Apa aku terkesan menyudutkanmu? Maafkan aku, sungguh aku tak berniat begitu. Karena setelah berbelok ke kanan, aku menyadari satu hal. Bahwa yang hidup di dunia ini tidaklah kekal. Termasuk rasamu, angan semu, ataupun rasaku. Dan pada titik inilah awal kebangkitanku.

Terima kasih atas segala luka yang kau torehkan. Karenanya, aku bisa belajar menghargai perasaan. Dengan satu misi, mengubah sebuah luka menjadi karya. Aku bertekad untuk berkontribusi pada bangsa. Aku akan mengubah perihnya luka menjadi lembar-lembar tulisan bermakna.

Sekarang perasaanku sangat ringan. Seperti halnya balon terbang tanpa jeratan benang. Sekali lagi, terima kasihku padamu. Sosok yang membuatku bergairah untuk menjadi manusia baru. Semoga kita bisa bersua lagi tanpa ada kobaran dendam. Doakan aku, agar aku sanggup meraih segala angan. Aku juga akan mendoakanmu. Karena sungguh, dirimu pernah menjadi elemen penting dalam catatan kebahagiaanku.

 

Untukmu,

Mantan lakon utama dalam skenario takdirku

 

Jombang, 11 September 2019

 

#Day2

#ODOPBatch7

#OneDayOnePost

#GrupKairo

#SalamLiterasi

Postingan Serupa

Komentar Pembaca

Umi habibah

Perfect bušŸ‘,ceritanya sangat memotivasi harus tetap melangkah walaupun ada yang menghalanginyašŸ˜Šmakasih atas motivasinya #Di tunggu artikel selanjutnyašŸ˜Š

Devarisma

Patah untuk tumbuh hilang untuk berganti

Asih

Terus semangat meraih angan dan harapan.

Marita Ningtyas

Allah mempertemukan kita dengan orang2 dalam hidup selalu ada hikmah & maksudnya. Agar kita belajar sesuatu. Meski terkadang harus terluka dan bersedu sedan.

Yuh terus berkarya. Jadikan pelecut.

Naja

Yuh Terus berkarya. Jadikan pelecut

Berikan Komentar

Kategori

Berlangganan

Popular Post

Sajak Musim Gugur

Dilihat 103 Kali

Sebongkah Memori

Dilihat 93 Kali

Syair Gelisahku

Dilihat 81 Kali

6 Manfaat Menulis Bagi Para Perindu Jodoh

Dilihat 74 Kali

Sajak Titik Awal

Dilihat 60 Kali