Karena cinta tak memiliki masa. Dan ribuan kisah romansa telah mengakuinya. Mungkin cinta bisa melemahkan. Tapi ingat, di dalamnya terdapat sumber kekuatan. Ketika semua orang memuja cinta, aku ingin menuliskannya. Dan ketika romansa menguasai dunia, aku ingin menjadi salah satu serpihannya.

Aku adalah pecinta fiksi. Dan dari semua genre dalam dunia literasi, aku sangat menyukai genre romance. Bagiku, kisah yang begitu epik pasti berbumbu kisah romansa. Karena cinta tak lekang oleh zaman. Ia akan tetap mampu menyentuh sanubari, seberapa lawas pun ia telah hidup.

Sampai detik ini, fiksi yang pernah kutulis pasti beraroma romansa. Karena menurutku, semua orang pasti menyukainya. Tinggal menyesuaikan saja bumbunya, bisa seputar agama, perjuangan, penjajahan, pendidikan, dan lain-lain. Sedikit atau banyak, kisah cinta pasti akan memberikan kesan yang luar biasa bagi pecintanya.

Walaupun genre ini adalah genre buku fiksi yang paling mainstream, tapi menurutku membuatnya tidak semudah itu. Harus ada racikan khusus di dalamnya agar tidak memberikan efek jemu. Dominasi buku berjenis romance didasari oleh kemudahan penggambaran imajinasi yang tidak terlalu menuntut untuk berimajinasi di luar dunia nyata. Kita dapat mudah mengambil latar tempat, waktu, bahkan lingkungan masyarakat berdasarkan apa yang terjadi di dunia nyata. Walau pada beberapa kasus, kita juga dapat menulis buku fiksi dengan setelan yang dicampur dengan dunia fantasi seperti pada novel Twilight.

Tema besar yang sering dipakai dalam buku romance adalah kisah cinta yang terhalang oleh status sosial, kekayaan, perbedaan budaya, dan diktatoritas suatu kaum dalam satu bangsa. Bagaimanapun juga, peran kedua tokoh utama harus dominan namun tetap seimbang antara satu sama lain agar tidak jomplang ke satu pandangan saja. Alangkah menarik jika dapat memberikan kisah cinta fiksi yang berdasarkan kejadian sosial di masyarakat dengan dua sudut pandang yaitu sudut pandang pria dan wanita.

Walau tema besar dari genre romance adalah selalu tentang cinta, hal itu tidak menyebabkan buku dengan genre seperti ini tenggelam di pasaran. Penjelasannya cukup simpel, karena jika kita berbicara tentang cinta, pasti tidak akan ada habisnya. Namun tentu saja, yang menentukan kualitas buku fiksi dengan genre romance adalah bagaimana pesan moral yang terkandung dalam satu kisah cinta, berpengaruh terhadap pikiran pembaca.


#KomunitasODOP
#ODOPBatch7
#OneDayOnePost
#GrupKairo
#SalamLiterasi

Postingan Serupa

Komentar Pembaca

Berikan Komentar

Kategori

Berlangganan

Popular Post

Sajak Musim Gugur

Dilihat 103 Kali

Sebongkah Memori

Dilihat 93 Kali

Syair Gelisahku

Dilihat 81 Kali

6 Manfaat Menulis Bagi Para Perindu Jodoh

Dilihat 74 Kali

Sajak Titik Awal

Dilihat 59 Kali